BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Upaya nyata dalam menghidupkan budaya membaca di pelosok daerah terus digulirkan. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Rumah Baca Purnama menggelar kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Kabupaten Banjarnegara pada Kamis (18/6/2026).
Bertempat di Rumah Baca Purnama, yang berada di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, acara ini dihadiri oleh puluhan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Banjarnegara yang antusias membawa perubahan bagi daerahnya.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara, Drs. Arief Rahman, ST., M.Si. Dalam sambutannya yang hangat, Arief mengajak seluruh komunitas literasi untuk mempererat sinergi demi mendongkrak minat baca masyarakat.
Menurut Arief, akses terhadap buku harus didekatkan langsung ke ruang-ruang publik terdekat masyarakat, bahkan hingga ke pelosok desa. Ia menekankan bahwa pojok baca tidak boleh hanya eksklusif berada di perpustakaan desa, melainkan harus merambah ke taman baca, rumah baca, hingga posyandu.
“Pojok baca harus hadir di desa-desa. Dari taman baca, rumah baca, perpustakaan desa, bahkan sampai posyandu juga harus ada tempat baca guna meningkatkan literasi di Kabupaten Banjarnegara,” ujar Arief.
Ia juga menyuntikkan semangat kepada para peserta agar gerakan ini menjadi fondasi penting dalam menyongsong masa depan. “Saya berharap kepada panjenengan semua selaku pegiat literasi di Banjarnegara, yuk bareng-bareng kita tingkatkan literasi guna menciptakan generasi emas, bukan generasi cemas nggih,” tambahnya dengan logat khas yang akrab.

Menghidupkan Ekosistem Kolaborasi
Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ika Inayati, dalam hal ini diwakili oleh Dian Respati Pranawengtyas, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem literasi. Kerja sama antara pemerintah, lembaga kebahasaan, dan komunitas akar rumput dinilai sebagai kunci utama.
Bagi Balai Bahasa, komunitas literasi adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas para penggeraknya menjadi hal yang sangat krusial.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat komunitas penggerak literasi di Kabupaten Banjarnegara. Kami berharap melalui pembinaan ini, para pegiat literasi dapat semakin berkembang, saling berbagi praktik baik, dan memperluas dampak gerakan literasi di masyarakat,” terang Dian.
Dian menambahkan, menumbuhkan budaya membaca yang merata dan kuat tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh kerja sama berkelanjutan dari semua pihak.

Komitmen dari Akar Rumput
Apresiasi mendalam juga datang dari Founder Rumah Baca Purnama Banjarnegara, Indra Hari Purnama. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk menempatkan pusat pembinaan ini di tempatnya.
“Terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang telah mempercayakan kegiatan ini ditempatkan di Rumah Baca Purnama. Ini merupakan bentuk komitmen Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan kapasitas komunitas literasi di Kabupaten Banjarnegara,” ungkap Indra.
Baca juga: Rumah Baca Purnama Luncurkan Program Pelatihan Komputer untuk Anak-Anak
Indra berharap ruang-ruang diskusi dan pembinaan seperti ini bisa terus berjalan secara konsisten. Sinergi segitiga yang solid antara Balai Bahasa Jawa Tengah, Disarpus Banjarnegara, dan Rumah Baca Purnama ini diharapkan mampu melahirkan program-program literasi yang menyentuh tingkat paling bawah, sekaligus menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.***



























