BUOL, KABAR-DESAKU.COM – Satu hal yang sangat berkesan dan menjadi bahagian penting dari keramahtamahan masyarakat Buol adalah tatkala kita bertegur sapa dan terjadi pembicaraan awal, dan selaku pendatang kita sebutkan ada urusan kerja di Buol ini, mayoritas masyarakat Buol yang penulis temui mengatakan “Apa yang bisa saya bantu” untuk yang kamu kerjakan disini.
Tentu saja ungkapan tersebut membuat kita merasa semakin dekat dan diperlakukan dengan baik sehingga kemudian dari niatan yang kita ingin lakukan, secara tidak langsung mendapatkan support physikolois dari mereka.
Dan ketika pagi Rabu, (04-09-2024), saat penulis berada di warung nasi seputaran daerah Leok Kota Buol, pemilik warung nasi H Hasanuddin Baculu, dengan sangat rumahnya menyapa penulis dan kemudian terjadilah interaksi pembicaraan yang berkelanjutan.
Ternyata H Hasanuddin Baculu ini adalah pensiunan ASN dengan jabatan terakhirnya sebagai Camat di salah satu Kecamatan di Kabupaten Buol.
Dengan penuh rasa kekeluargaan saat pria yang telah berusia 66 tahun ini saat penulis tanyakan kemana arah pilihan Bapak dan keluarga untuk Calon Gubernur Sulawesi Tengah ini?
Dengan tegas tanpa tedeng aling beliau menyebutkan nama Ahmad Ali. Sebab menurut beliau, alasan logis tanpa disuruh atau dipaksa oleh siapapun, bahwa Ahmad Ali secara riil dan konkrit telah memberikan perhatian yang nyata di berbagai bidang untuk masyarakat Buol.
Baca juga: Daun Pepaya Selain Mudah Diperoleh Juga Bermanfaat Stabilkan Gula Darah
H Hasanuddin Baculu juga menyebutkan bahwa selain perhatiannya untuk masyarakat Buol, Ahmad Ali adalah sosok yang sangat memiliki adab dan menjunjung tinggi adat istiadat.
Adalah adab beliau yang saat datang ke Buol, tidak pernah untuk melupakan berziarah ke makam orang yang mensyahadatkan ataupun menjadikan orang Tua Kandung Ahmad Ali yakni Haji Sun muallaf, yang kemudian setelah masuk Islam ditabalkan namanya menjadi Muhammad Ali.
Di tengah-tengah pembicaraan hangat tersebut, ada juga sosok tokoh yang sangat berpengaruh di Buol yakni H Rustam Raat.
Dan H Rustam Raat malah lebih frontal menegaskan bahwa pilihannya untuk memilih dan memenangkan Ahmad Ali, datang dari lubuk hatinya.
Di usianya yang telah memasuki 71 tahun, H Rustam Raat justru menyandingkan kekuatan logika dan hakikat akan kesuksesan Ahmad Ali terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa ini juga menjelaskan bahwa ada kekuatan yang tidak dimiliki oleh pasangan lainnya, dan itu hanya dimiliki oleh pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.
Dari kasat matanya menunjukkan secara nyata bahwa perpaduan pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri ini memiliki ‘Muka Jodoh’.
Baca juga: Menikmati Keindahan Danau Toba dari Bukit Holbung: Destinasi Wajib untuk Pecinta Alam
Makna dari ‘Muka Jodoh’ yang dimaksudkannya adalah jika dipandang lebih dalam, banyak kemiripan wajah antara Ahmad Ali dan pasangan calon Gubernurnya Abdul Karim Aljufri.
Sebab menurut beliau, secara hakikat, jika hal ini telah dipersatukan Yang Maha Kuasa dengan jalannya, insya Allah tidaklah mendahului kuasa Ilahi, Allah akan terus mempersatukan niat mereka menjadi pemimpin di Palu (maksudnya beliau pengertiannya pemimpin di Sulteng yakni menjadi Gubernur).
Dan H Rustam Raat yang dikenal memiliki kekuatan besar dari kalangan Raat khususnya bahkan di berbagai kalangan masyarakat di Buol dan sekitarnya, tetap mewanti-wanti agar Ahmad Ali senantiasa waspada dalam menjalani niatannya sebagai Gubernur.
Halangan dan rintangan selalu mengitari Ahmad Ali dalam menuntaskan niatannya ini, namun yang menjadi kelebihan Ahmad Ali yang tidak mampu dimiliki calon lainnya adalah daya serang untuk menggedor dan meluluh lantakkan sektor-sektor yang punya niat tidak baik dengannya.
Lalu kemudian H Hasanuddin kembali menimpali dengan mengingatkan agar menjaga keseimbangan kekuatan Ahmad Ali yang saat ini berada sangat jauh meninggalkan elektabilitas lawan-lawannya, tetap dengan melakukan langkah terpadu mengakomodir segenap segmen pemilih.
Satu suara yang didapatkan dari wilayah kota dengan satu suara didapatkan dari ujung pelosok negeri Buol ini, tetap mempunyai nilai yang sama.
Karena dari satu suara lah menuju sekian banyak suara yang harus didapatkan Ahmad Ali untuk menenangkan kontestasi ini.
Dan lagi-lagi H Hasanuddin mengatakan, Ahmad Ali lah yang sangat memahami betul alur ‘Kerajaan Ghaib’ yang ada di Gunung Pogogul Kramat Buol dan berhubungan langsung dengan ‘Kerajaan Ghaib’ Wintira di Palu seterusnya mempunyai alur ke wilayah pulau Jawa dan Kerajaan Kerajaan Ghaib lainnya yang ada di Kalimantan, Sumatera (Kerajaan Melayu Siak dan Kerajaan Melayu Langkat).
Dalam menuturkan hal ini, terlihat mulai bergetar badannya dan berucap merinding badannya, sambil tetap menegaskan bahwa Ahmad Ali sudah berada di jalan yang benar dan tinggal proses formalitas pemilihan sajalah yang harus dijaga lahir batin demi berjalannya semua rencana dengan sukses.***
BERSAMBUNG
Ditulis Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Central Analisa Strategis – DPP CAS)




























One thought on “Mulai Dari ‘Muka Jodoh’ Kesuksesan Ahmad Ali Terpilih Menjadi Gubernur Sulteng Hingga Keberadaan ‘Kerajaan Ghaib’ di Negeri Buol (Jilid 56)”