Penyuluh Agama Islam Mandiraja Berikan Bimbingan dan Penyuluhan Kepada Jamaah Majelis Taklim An-Nur Desa Kaliwungu

BANJARNEGARA, KABAR-DESAKU.COM – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan, kali ini bersama ibu-ibu Majelis Taklim (MT) An-Nur Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (05-11-2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Jadikanlah Keluhan Keseharian Mendapatkan Rahmat dari Allah SWT.”

Dalam kegiatan tersebut, para ibu majelis taklim tampak antusias mengikuti tausiyah dan sesi dialog yang dibawakan oleh Hendriyanto, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional.

Hendriyanto mengajak para jamaah untuk menjadikan setiap keluh kesah dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar beban yang disesali.

“Setiap ujian dan keluhan yang kita alami bisa menjadi jalan turunnya rahmat Allah, jika kita sikapi dengan sabar, ikhlas, dan penuh syukur,” tutur Hendriyanto dalam penyampaiannya.

Baca juga: Pelatihan Dawet Ayu di Banjarnegara: KUA Mandiraja dan Rumah Baca Purnama Berdayakan Anak Punk, Difabel & Penghayat Kepercayaan

Sementara itu, Musobihin, Kepala KUA Kecamatan Mandiraja, dalam testimoninya memberikan apresiasi atas kegiatan yang terus digiatkan oleh para penyuluh agama di wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para penyuluh yang terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka menjadi penguat spiritual sekaligus penyejuk di tengah dinamika kehidupan umat,” ungkap Musobihin.

Ketua Majelis Taklim An-Nur, Turyati, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta pembinaan yang diberikan.

“Kami merasa senang dan mendapat banyak pencerahan. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar ibu-ibu semakin semangat dalam menuntut ilmu agama,” ujarnya.

Baca juga: Majelis Taklim Bengkel Hati Mandiraja Banjarnegara: Dari Jalanan Aspal Menuju ‘Karpet Merah’ Festival Majelis Taklim Jateng 2025

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar jamaah, penyuluh, dan pihak KUA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat spiritual dan kebersamaan umat semakin kuat, serta masyarakat mampu melihat setiap peristiwa hidup sebagai ladang meraih rahmat dan ridha Allah SWT.*** (Hend)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *