KABAR-DESAKU.COM – BANJARNEGARA – Rencana pendirian Institut Agama Islam (IAI) Banjarnegara mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Kehadiran kampus baru ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banjarnegara.
Dukungan tersebut datang dari Anggota Komisi IV DPRD Banjarnegara, Sugijen. Menurutnya, keberadaan IAI Banjarnegara akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus pergi ke luar daerah.
BACA JUGA: IAI Banjarnegara Segera Hadir, Buka Akses Kuliah Terjangkau bagi Ribuan Lulusan SMA
Ia menilai selama ini banyak lulusan SMA, SMK, maupun masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang sarjana dan pascasarjana terkendala jarak serta biaya. Dengan hadirnya kampus baru di Banjarnegara, peluang masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi akan semakin terbuka.
Selain memudahkan akses pendidikan, Sugijen juga meyakini kehadiran IAI Banjarnegara akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas SDM daerah. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi, semakin besar pula peluang terciptanya generasi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarnegara, Agus Junaidi. Ia menegaskan bahwa kehadiran kampus baru tidak akan melemahkan perguruan tinggi yang sudah ada. Sebaliknya, keberadaan lebih banyak kampus justru akan memperkuat atmosfer akademik dan memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat.
Agus berharap kampus baru tersebut dapat menghadirkan biaya pendidikan yang terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Tidak hanya dari kalangan legislatif, dukungan juga datang dari generasi muda. Havid Aditama, warga Dieng yang dikenal sebagai pencipta alat detektor suhu embun salju Dieng, menilai konsep perkuliahan hybrid yang direncanakan IAI Banjarnegara sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menurut Havid, sistem pembelajaran yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dan daring dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari pusat kota. Dengan sistem tersebut, mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan rumah atau pekerjaan mereka.
Ia menambahkan bahwa wilayah pegunungan dan daerah terpencil membutuhkan model pendidikan yang lebih fleksibel agar angka partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi terus meningkat. Karena itu, kehadiran IAI Banjarnegara dengan konsep pembelajaran yang adaptif dinilai mampu menjawab tantangan tersebut.
Dengan dukungan dari DPRD dan kalangan anak muda, rencana pendirian IAI Banjarnegara diharapkan dapat segera terwujud. Kampus ini diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul serta mendorong kemajuan Kabupaten Banjarnegara di masa depan.***



























